DOPING MENODAI PRESTASI ATLET

Dipostkan oleh : dr. I Gusti Ngurah Putra Eka Santosa
Waktu Post: 09 Dec 2016 16:11

DOPING, MENGHANCURKAN MASA DEPAN ATLET 

Pemanfaatan Doping telah menodai PON XIX Tahun 2016 di Jawa Barat, dilansir oleh Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI), diketahui 12 orang atlet mengunakan doping untuk memicu performanya. Sebenarnya apa sih Doping itu? Doping dapat berupa subtansi dan metode yang dikonsumsi atau dilakukan oleh atlet yang dapat merangsang kemampuan fisik dan psikis, sehingga mempengaruhi penampilan atlet. Dalam situs resmi World Anti-Doping Agency di https://www.wada-ama.org/, diterangkan bahwa terdapat sembilan kelompok subtansi yang termasuk doping, disingkat dengan kode S1 sampai dengan S9. Dan tiga metode yang dilarang dengan kode M1-M3. Anda dapat mendapatkan update tentang substansi dan metode dari WADA setiap tahun, dibulan sepuluh dan diberlakukan pada bulan satu tahun berikutnya, dengan masa sosialisasi dua bulan. Sehingga setiap bulan oktober setiap tahun WADA akan mengapdate informasi terkait obat terlarang dalam olahraga, dan baru diterapkan mulai bulan Januari tahun berikutnya.

Pegambilan doping dapat dilakukan dengan dua cara, yakni In Competition (dimulai 12 jam sebelum pertandingan dimulai) dan Out Of Competition (sewaktu-waktu diambil secara acak atau random). Apakah semua obat yang tercantum pada daftar Prohibited List tidak apat diberikan ke Atlet? terdapat pengeculian pemberian subtansi tersebut dengan syarat atas sepengetahuan dokter kontingen atau dokter olahraga kemudian disampaikan melalui form Therapeutic Use Exemption (TUE) dan diajukan kepada penyelenggara dan kemudian diteruskan ke LADI, Federasi Olahraga atau Medical Commite yang setidaknya terdiri dari tiga dokter yang telah berpengalaman. 

Jika seandainya teradapat kasus Doping, apa sangsinya? Untuk atlet yang terbukti mengunakan doping maka akan dikenakan sangsi 2 tahun tidak boleh mengikuti kejuaraan, serta raihan mendali serta hadiah dicabut. Dan ironisnya jika Doping diberikan oleh seorang dokter, maka dokter bersangkutan akan dikenakan sangsi seumur hidup tidak boleh terlibat dalam olahraga. 

Seringkali Atlet bertanya, bagaimana hasil tes doping saya? Terdapat suatu "tradisi" tidak tertulis di WADA bahwa bila setelah dilakukan pemeriksaan WADA tidak mengeluarkan pernyataan maka berarti tidak ditemukan pemanfaatan doping pada kejuaraan tersebut. Bila ada terbukti mengunakan Doping, WADA atau LADI akan mengumumkan bahwa terdapat pemanfaatan doping selama kejuaraan, sehingga "No News is Good News",demikian pernyataan dr. Zaini KS, Sp.KO saat menjadi narasumber pada Emergencies In Sport Medicine, yang diselenggarakan oleh IOC Sport Medicine di Hotel Shangri-La Jakarta, tanggal 9-10 Desember 2016.

Dari mana atlet terdorong untuk mengunakan Doping? Dari pengamatan dilapangan umumnya atlet tidak mengetahui bahwa subtansi yang dikonsumsi mengandung doping. Oleh karena itu sebelum mengunakan obat, suplementasi khususnya tiga bulan sebelum pertandingan, sebaiknya menghubungi dokter yang memahami olahraga atau berpengalaman di bidang olahraga, sehingga dapat terhindar dari pengunan doping. Doping juga disebabkan karena pengunaan suplementasi yang mengandung subtansi terlarang. Saran dr. Zaini KS, Sp,KO dalam memilih suplemtasi hendaknya berdasarkan kebutuhan dan keperluan. Pemilihan suplemen juga harus memperhatikan pabrik pembuat suplemen, usahakan dari pabrik besar dan internasional apalagi untuk iven internasional sehingga WADA dapat dengan mudah melacak kandungan suplementasi yang diginakan atlet. Ketiga, pergunakanlah suplentasi yang minimal 25 tahun telah beredar dipasaran, untuk memastikan suplemen tersebut aman dari doping. Seringkali perusahaan suplemen tidak mencantumkan kandungan suplemennya dengan jujur, agar dapat lolos dari pemeriksaan. 

Doping dapat merusak masa depan atlet, dan citra olahraga Indonesia, maka dari itu bagi anda para atlet berkonsultasilah kepada dokter olahraga atau dokter yang berpengalaman menjadi dokter kontingen untuk memastikan metode dan subtansi yang akan dilakukan aman dan terbebas dari doping.

Upcoming Events
  • Tidak ada event
Jejaring Kami :
Copyright © Klinik Damar 2015 - All Rights Reserved